Mesjid Dian Al - Mahri (Kubah Emas)
Kmrn minggu sekeluarga bertandang ke kota Depok…tepatnya ke Mesjid Dian Al- Mahri (Kubah Emas). Sempet penasaran juga sih seperti apa Mesjid yg akhir-akhir ini dibicarakan banyak orang karena kehebatannya itu. Dalam pikiran saya pasti kubahnya terbuat dari emas, tapi apa mungkin? eh ternyata benar, rasa penasaran saya hilang sudah…Subhanallah bangunannya begitu kokoh berdiri, cahaya matahari pagi itu menyilaukan kubah emasnya. Selain tempatnnya yang luas, yang lebih menarik lagi disana terdapat beratus mungkin beribu-ribu tanaman berbagai macam jenis dan warna (saking bnyknya saya tak sanggup menghitung :D) membuat semakin indah dipandang. Dalam hati ingin rasanya memetiknya untuk ditanam di rumah, tp itu tak mungkin karena sama saja mencuri bukan?.
Terlihat beberapa orang wanita berjubah & berkerudung hitam mondar-mandir di beberapa tempat untuk sekedar memperingati/memberikan informasi kepada para jemaah/pengunjung Mesjid Kubah Emas. Disebelah kanan mesjid terdapat sebuah bangunan yang fungsinya untuk beristirahat para jemaah/pengujung, bisa dipergunakan untuk makan ataupun sekedar ngobrol, bertukar pikiran dan tiduran. Disebelah kanannya lagi terdapat toilet/tempat wudlu wanita, namun toilet yang tersedia disana tidak cukup untuk menampung ratusan jemaah yang datang, sehingga menyebabkan antrian yang panjang. Mungkin ini merupakan bentuk saran dari saya untuk memperbanyak jumlah toiletnya ;).
Perjalanan menuju sana lumayan jauh, karena letaknya di area pemukiman penduduk, ya cukup masuk akal dengan luas sebesar itu tidak mungkin rasanya berada di pusat kota, seperti yang kita tahu kota-kota besar sekarang sudah banyak dipenuhi gedung-gedung pencakar langit. Cuaca benar-benar cerah saat itu, panas, membuat peluh bercucuran, namun tetap tak mengurangi rasa semangat saya. Setelah 2 kali bertanya kepada penduduk setempat tentang keberadaan Mesjid Kubah Emas, akhirnya sampai juga, senang rasanya. Pertama memasuki gerbangnya, kita disuguhkan beratus-ratus tanaman berbagai macam jenis dan bunga, dikiri kanan jalan. Ternyata sudah banyak orang disana, sampai-sampai kita susah mencari lahan parkir. Kurang lebih sampai ditujuan jam 10 an, berangkat dari rumah jam 7.30. Kita langsung menuju ke tempat peristirahatan yang berada di sebelah kanan Mesjid, serunya disana kita bertemu dengan banyak orang yang satu daerah dengan keluarga kami, bahkan tetangga RT sebelah.
Begitu memasuki waktu dzuhur kami sekeluarga segera bergegas menuju tempat wudlu, ditakutkan tidak akan kebagian tempat untuk shalat di dalam Mesjid. Ternyata benar, terpaksa kita shalat di teras luar Mesjid, ruangan dalam Mesjid sudah dipenuhi oleh jamaah. Orang yang pernah mampir ke tanah suci Mekkah, mengatakan suasana disana hampir sama dengan di mekkah, cm memang bedanya di Mekkah suasananya lbh crowded. Mekkah nya Indonesia mereka bilang. Hmm…
Disana juga begitu banyak peraturan tertulis, salah satu contohnya , anak dibawah usia 7 tahun/balita dilarang masuk kedalam mesjid, mungkin ditakutkan akan mengganggu ketenangan jemaah dalam melaksanakan ibadah shalat. Aturan lainnya menyebutkan dilarang berfoto di area Mesjid. Namun pad akenyataannya masih ada saja yang melanggar aturan yg kedua itu, termasuk saya (walaupun sambil curi-curi kesempatan) :D, mksdnya kan untuk mengabadikan momen, promosi buat rekan-rekan yang lain. Arsitektur nya bagus banget, apalagi kilatan emasnya di kubahnya itu, membuat saya dan kekasih tak luput dari Camera & Handycam
Te Op Pe Be Ge Te.
Saya kagum terhadap Ibu Dian sang pendiri Mesjid Kubah Emas. Menurut informasi yang saya peroleh dari masyarakat sekitar sana, konon katanya dahulu Ibu Dian seorang TKW di Arab, karena kebaikan & loyalitasnya terhadap majikan, membuat si majikan memberikan sebuah tanah kepadanya. Mungkin ini sudah kehendak Allah S.W.T tanah yang diberikan majikan padanya, mengandung unsur minyak, sehingga ditawar oleh seorang pengusaha minyak untuk bagi hasil. Itulah awal mulanya kesuksesan beliau, Ibu Dian. Wallahualam, entahlah benar atau tidak. Rumahnya pun sangat luas, beliau pun terkenal dengan kebaikannya dan kedermawanannya. Ini yang patut kita teladani.
Semoga cerita saya ini bisa bermanfaat untuk teman-teman. Tidak ada salahnya kalau bertandang kesana, selain ilmu yang di dapat kita pun mempunyai sebuah histori tersendiri apalagi kalau perginya bersama sang kekasih dan keluarga tercinta. Satu hal lagi, yang saya dengar mulai bulan Agustus bagi jemaah/pengujung yang datang kesana akan dikenakan biaya, karena akan dikelola oleh PEMDA setempat.
Selamat berkunjung …